PERUBAHAN IKLIM : DAMPAK DAN TINDAKAN ADAPTASI

Sections

Archive

Su Mo Tu We Th Fr Sa
1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930

visit our sponsor





  • email Email to a friend
  • print Print version
Adjust font size: Decrease font Enlarge font
image
Banjir, tanah longsor, gelombang tsunami dan gempa bumi yang seringkali melanda berbagai daerah di tanah air kita serta belahan dunia yang lain, semakin sering kita alami akhir-akhir ini. Bencana-bencana tersebut adalah dampak nyata dari perubahan iklim yang dialami oleh seluruh kawasan di muka bumi ini. Awal dari bencana ini adalah pola hidup manusia yang semena-mena tanpa memperhatikan daya dukung alam lingkungan bumi sebagai satu-satunya planet tempat tinggal yang paling sesuai bagi manusia. Saat ini manusia modern yang utamanya tinggal di

wilayah perkotaan negara-negara maju maupun berkembang sebagian besar memiliki ciri-ciri gaya hidup seperti pemakaian kendaraan bermotor secara berlebihan, disertai dengan tingkat konsumsi yang tinggi terhadap barang-barang hasil industri. Gaya hidup ini adalah contoh pola hidup yang mengakibatkan adanya tuntutan penyediaan sumber energi, serta pemanfaatan sumberdaya alam dalam kapasitas yang besar/berlebihan. Dari pola hidup seperti inilah yang pada akhirnya membuat terakumulasinya zat-zat beracun (seperti karbon dioksida, nitrogen oksida dan lain-lain) di lapisan atmosfir bumi. Akumulasi zat beracun di atmosfir membentuk selubung transparan yang menyelimuti bumi yang dikenal dengan istilah gas rumah kaca. Inilah cikal bakal dari terjadinya perubahan iklim yang melanda seluruh kawasan dimuka bumi, baik di negara maju, berkembang maupun sedang berkembang. Fenomena perubahan iklim ini terjadi karena intensitas interaksi antara matahari dengan permukaan bumi tidak dapat berlangsung secara natural sebagaimana sebelum adanya selubung transparan tersebut.

Oleh karena perubahan iklim ini adalah persoalan global maka PBB memprakarsai dialog internasional yang diwujudkan dalam UNFCCC (United Nations Framework Convention on Climate Change) yang dicanangkan pada KTT Bumi di Rio de Janeiro tahun 1992 (Agenda 21). Hasil dari KTT berisikan 3 (tiga) tujuan pokok, yakni :

(1) tercapainya stabilitas konsentrasi emisi Gas Rumah Kaca pada tingkat yang aman ; (2) adanya tanggung jawab bersama sesuai kemampuan (common but differentiated responsibilities) dan (3) negara maju akan membantu negara berkembang (pendanaan, asuransi dan alih teknologi). Sebagai tindak lanjut dari konvensi tersebut maka dilaksanakanlah langkah konkrit untuk mencapai tujuan (1) yaitu dalam konvensi Protokol Kyoto (Desember 1997) telah ditetapkan target penurunan emisi total selama 5 tahun mulai 2008 hingga 2012 adalah sebesar 5% terhadap ambang emisi pada tahun 1990. Setiap negara industri penghasil emisi (Amerika Serikat, Canada, Uni Eropa dan lainnya) memiliki kewajiban penurunan prosentase emisi bervariasi antara 6 % hingga 8 %.

Dalam rangka mewujudkan tujuan (2) dan (3) maka UNFCCC telah menerbitkan buku dengan judul : Climate Change : Impact, Vulnerabilities and adaption in Developing Countries. Buku ini dimaksudkan sebagai panduan bagi negara berkembang dalam membuat rumusan tentang NAPA’s (National Adaptation Programme of Action). Di Indonesia langkah ini dicanangkan sebagai Rencana Aksi Nasional Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim (RAN MAPI) dikoordinasikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang merupakan gabungan dari seluruh sektor/Departemen.

DAMPAK PERUBAHAN IKLIM

Berdasarkan penelitian yang dilaksanakan oleh para ahli lingkungan negara berkembang yang laporannya dihimpun oleh UNFCCC, dampak perubahan iklim yang akan melanda semua kawasan dimuka bumi ini, secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi 3 dampak utama yaitu : Kenaikan temperatur / suhu bumi, peningkatan frekuensi dan intensitas curah hujan, dan kejadian cuaca ekstrem.

Dampak peningkatan temperatur di Indonesia ditunjukkan dengan peningkatan temperatur rata-rata tahunan sebesar 0,3 derajat Celcius sejak tahun 1990 dan terjadi sepanjang musim dalam satu tahun. Dekade 90-an adalah decade terpanas dimana temperatur rata-rata di tahun 1998 meningkat sekitar 1 derajat Celcius (di atas rata-rata tahun 1961-1990).

Dampak peningkatan frekuensi dan intensitas curah hujan diprediksi mencapai 2%-3% per tahun di Indonesia. Peningkatan frekuensi dan intensitas curah hujan yang diperkirakan tetap berlanjut akan menyebabkan masa musim hujan yang lebih singkat (jumlah hari hujan tahunan berkurang), akibatnya terjadi peningkatan resiko banjir.

Dampak perubahan iklim yang ditandai dengan kejadian-kejadian ekstrim antara lain topan el Nino (1997) yang menyebabkan musim kemarau panjang sehingga merusak 426.000 hektar sawah. Selain itu perubahan iklim ekstrim ini akan menurunkan kesuburan tanah sekitar 2% sampai dengan 8%, yang berakibat kepada penurunan hasil panen yang dialami oleh sebagian besar daerah pertanian di Indonesia.

RENCANA AKSI NASIONAL – MITIGASI DAN ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM (RAN MAPI) BIDANG PEKERJAAN UMUM

Dalam rangka untuk memberikan kontribusi terhadap RAN MAPI maka Departemen Pekerjaan Umum perlu membuat rumusan sesuai dengan lingkup tugasnya. Agar lingkup tugas yang dirumuskan dapat sesuai atau sejalan dengan rencana aksi pada sektor/departemen lain maka terlebih dahulu perlu disimak rumusan kerangka jenis-jenis bidang yang rawan terhadap perubahan iklim dan tindakan-tindakan adaptasi yang telah dirumuskan dalam buku UNFCCC. Dalam rumusan ini ada 5 bidang yang rawan terhadap perubahan iklim yaitu : 1) Sumber Daya Air, 2) Pertanian dan Ketahanan Pangan, 3) Kesehatan Manusia, 4) Ekosistem daratan, 5) Ekosistem kawasan pesisir dan bahari. Pada tabel berikut ini dapat diidentifikasi tindakan adaptasi yang menjadi domain dari bidang Pekerjaan Umum (kolom warna kuning).


REKOMENDASI TINDAKAN ADAPTASI OLEH UNFCCC

BIDANG – BIDANG YG RAWAN TERHADAP PERUBAHAN IKLIM

ADAPTASI / PENYESUAIAN YG BERSIFAT REAKTIF

ADAPTASI / PENYESUAIAN YG BERSIFAT ANTISIPASI

PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN

Pengendalian erosi

Pengembangan penelitian dan pengembangan bidang pertanian dan pangan.

Pembangunan waduk untuk irigasi

Pengembangan tanaman tahan kekeringan, garam dan serangga.

Merubah jenis dan pola pemakaian pupuk

Manajemen air dan tanah

Memperkenalkan tanaman baru

Intensifikasi dan penganeka ragaman pangan dan tanaman pangan.

Memelihara kesuburan tanah

Kebijakan insentif pajak dan subsidi dan pasar bebas

Merubah waktu dan pola tanam

Pengembangan system peringatan dini bidang pertanian dan ketahanan pangan .

Beralih ke jenis tanaman lain


Pendidikan dan pencapaian program dalam konservasi dan manajemen air dan tanah


KESEHATAN MANUSIA

Reformasi manajemen kesehatan masyarakat

Menjadikan lebih baik dan atau memperbaiki pengawasan dan monitoring penyakit.

Memperbaiki kualitas permukiman dan penghidupan.

merubah desain kota dan permukiman.

memperbaiki kualitas lingkungan

Memperbaiki daya tanggap darurat terhadap kesehatan

membangun system peringatan dini bidang kesehatan

EKOSISTEM DARATAN

Memperbaiki sistem manajemen yang meliputi kontrol terhadap penebangan hutan, penanaman dan penghutanan kembali.

Pembuatan taman/kawasan lindung dan koridor keanekaragaman hayati

Promosi pengetahuan pertanian/pemeliharaan hutan untuk memperbaiki pelayanan dan hasil hutan

Identifikasi / pengembangan spesies tanaman yang tahan terhadap perubahan iklim

Pengembangan/perbaikan rencana nasional pengelolaan kebakaran hutan

Monitoring spesies tanaman dan hewan

Mengurangi jumlah timbunan karbon di hutan

Evaluasi/penilaian yang lebih baik terhadap kerawanan ekosistem


Pengembangan dan pemeliharaan bank benih/bibit


memasukkan factor social ekonomi dalam kebijakan pengelolaan ekosistem daratan

EKOSISTEM KAWASAN PESISIR DAN BAHARI

Proteksi terhadap prasarana yang bersifat ekonomi (jalan, pelabuhan dll)

Manajemen terpadu kawasan pesisir

kampanye public untuk meningkatkan perlindungan terhadap ekosistem pesisir dan bahari.

Perencanaan dan zonasi yang lebih baik untuk kawasan pesisir

Membangun penahan gelombang dan pengaman pantai

Pembuatan undang-undang untuk perlindungan kawasan pesisir

Perlindungan dan konservasi terumbu karang, bakau, rumput laut dan tanaman sepanjang pantai.

Penelitian dan monitoring ekosistem pantai dan pesisir.


RENCANA AKSI ADAPTASI JANGKA PENDEK BIDANG PEKERJAAN UMUM

PROGRAM AKSI

BIDANG PEKERJAAN UMUM

SDA

CIPTA KARYA

BINA MARGA

TATA RUANG

ADAPTASI TERHADAP KERAWANAN SUMBER DAYA AIR

PROTEKSI SUMBER DAYA AIR TANAH

Optimalisasi Jaringan Irigasi air tanah (JIAT)

Membuat pembatasan dan kampanye efisiensi penggunaan air tanah

X

Penetapan Neraca ketersediaan air tanah dalam RTRW Kabupaten dan Kota

MEMPERBAIKI MANAJEMEN DAN PEMELIHARAAN SYSTEM PENYEDIAAN AIR EKSISTING.

Bantuan teknis penyehatan manajemen PDAM

Evaluasi standard nasional kebutuhan air rumah tangga dan industri

X

X

PROTEKSI DAERAH RESAPAN AIR.

Meningkatkan daya dukung daerah aliran sungai (DAS) kritis dan di kawasan hulu sungai

Kampanye pembuatan resapan air hujan individual skala rumah tangga

X

Implementasi peraturan larangan membangun pada daerah resapan air yang dinyatakan dalam RTRW kabupaten dan kota.

MEMPERBAIKI PENYEDIAAN AIR

Pembangunan baru dan pemeliharaan waduk sumber air baku

X

X

X

DIVERSIFIKASI SISTEM PENGAIRAN, AIR TANAH/IRIGASI DAN TADAH HUJAN SERTA DESALINASI AIR UNTUK HASIL PANEN

Diversifikasi sistem pengairan pada kawasan pertanian

X

X

X

ADAPTASI TERHADAP KERAWANAN PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN

PENGENDALIAN EROSI

Pembuatan bangunan penahan erosi pada waduk

X

X

Pemetaan kawasan rawan erosi secara nasional dalam RTRWN

PEMBANGUNAN WADUK UNTUK IRIGASI

Pembangunan waduk untuk irigasi

X

X

X

PENDIDIKAN DAN PENCAPAIAN PROGRAM DALAM KONSERVASI DAN MANAJEMEN AIR DAN TANAH

Pendidikan dan pelatihan dalam konservasi dan manajemen air dan tanah

X

X

X

ADAPTASI TERHADAP KERAWANAN KESEHATAN MANUSIA

MEMPERBAIKI KUALITAS PERMUKIMAN DAN PENGHIDUPAN.

X

Memberikan bantuan PSD Perkim pada kawasan kumuh

X

X

ADAPTASI TERHADAP KERAWANAN EKOSISTEM KAWASAN PESISIR DAN BAHARI

PROTEKSI TERHADAP PRASARANA YANG BERSIFAT EKONOMI (JALAN, PELABUHAN DLL)

X

X

Membuat bangunan pelindung jalan terhadap abrasi

X

MEMBANGUN PENAHAN GELOMBANG DAN PENGAMAN PANTAI

Membangun penahan gelombang dan pengaman pantai

X

X

X


  • email Email to a friend
  • print Print version

Post your comment comment Comments (0 posted)

Powered By WacanaGroup